er

Jumat, 13 Januari 2012

Meriahkan Hari Jadi Kab. Brebes

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-334 akan disemarakan dengan pagelaran Kontes Menyanyi Dangdut (Kondang) Berhias sesuai dengan semangat Bersih Hijau Asri untuk Kabupaten Brebes. Hal itu disampaikan koordinator kegiatan Nurhidayat SE, yang juga pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Brebes.
Menurut dia, kegiatan lomba akan diikuti oleh seluruh peserta yang berasal dari 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes.  "Audisi dimulai sejak 14 hingga 18 januari di masing-masing kelompok wilayah Kecamatan. Sedangkan grand final, dilaksanakan pada 20 Januari di Alun-alun Brebes,' terang Nurhidayat. Dikatakan, kegiatan juga melibatkan Dewan Kesenian Kabupaten Brebes dan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Brebes. Dengan memperebutkan Piala Bupati Brebes dan uang tunai Rp 7,5 juta.
"Kita berhaarap kegiatan ini akan menjadi ajang penggalian potensi bakat, bagi masyarakat dengan meningkatkan kecintaan pada musik dalam negeri," ungkapnya. Selain lomba dangdut, kegiatan lain yang akan dilaksanakan dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Brebes yakni pagelaran Pawai Budaya yang akan dilaksanakan pada 28 Januari. "Nantinya akan dilakukan pementasan kesenian daerah baik yang telah menjadi budaya Brebes, maupun kesenian dari luar daerah yang sudah diadaptasi oleh kita," pungkasnya. (pri)

Sumber : Radar Tegal, 13 Januari 2012

Kamis, 12 Januari 2012

Rusak Parah Merata

BREBES-Hujan terus menerus yang mengguyur wilayah pantura Brebes, menjadikan beberapa ruas jalan Dandeles Brebes-Losari rusak parah. Di beberapa ruas, terdapat lubang cukup besar dan dalam, sehingga membahayakan pemakai jalan.

Kerusakan jalan dapat dijumpai mulai dari badan jalan di atas Kali Pemali, kemudian di Jembatan Balaikambang, Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari. Kemudian jembatan Bangsri, dan Jembatan Babakan.

Kerusakan jalan hampir merata di semua ruas jalan, mulai dari Pesantunan sampai Losari. Paling parah di sekitar Desa Pesantunan, kemudian Klampok, Bangsri, Tanjung, dan Losari. Hampir setiap sudut terdapat lubang besar dan kecil, yang membahayakan pemakai jalan.

''Kalau masuk jalan pantura Brebes mulai dari Losari, harus hati-hati. Lengah sedikit bisa masuk lubang,'' tutur pengemudi kendaraan pribadi.

Beberapa ruas kerusakan oleh warga sekitar dipasang ban bekas dan tanaman sebagai rambu pengamanan. Ini dilakukan agar pemakai jalan tidak terjebak oleh lubang. Seperti terlihat di jalan Pesantunan, dan Klampok, warga memasang rambu darurat supaya pengemudi menghindari lubang yang ditutup tersebut. Menurut Agus, warga Pesantunan, pemasangan rambu darurat sangat penting, khususnya saat hujan lebat. Karena lubang tertutup air, banyak kendaraan kejeglong dan mengalami pecah ban.

''Supaya pengemudi aman warga memasang rambu darurat itu,'' paparnya.
Pemakai jalan berharap Bina Marga segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Sebab, saat lalu lintas ramai, akibat kerusakan tersebut, lalu lintas kendaraan kerap merayap karena kendaraan berjalan pelan.

Yang dikeluhkan pemakai jalan, kerusakan jalur pantura termasuk paling parah. Sebab, jalan di Jawa Barat, khususnya dari Losari sampai Cirebon malah lebih bagus dan mulus. Mereka tidak bisa berbuat banyak untuk menghindari kerusakan jalan itu, karena jalan alternatif di jalur tengah antara Ketanggungan-Jatibarang-Slawi, juga mengalami nasih serupa.

''Mau mengalihkan perjalanan ke jalur tengah, malah lebih parah. Ya mendingan jalan pelan menghindari lubang di pantura,'' tutur seorang pengemudi.

Bahkan kerusakan jalan antara Pejagan-Ketanggungan, yang mestinya sebagai jalur pembuang pantura apabila macet, ternyata tidak menolong, karena di ruas tersebut banyak kubangan dan lubang yang merepotkan pemakai jalan.
Secara terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan dan jembatan Tegal-Losari, Fatoni kemarin belum bisa dihubungi. Telepon selulernya beberapa kali dihubungi tidak aktif. (wh-48) (/)

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/09/172858/Rusak-Parah-Merata

Senin, 02 Januari 2012

Ke-Organisasi-an



  1. Pendahuluan 
-                      Mulailah Untuk berorganisasi dengan membaca Bismilah
-                      Mulailah dari diri sendiri
-                      Mulailah Saat ini
-                      Mulailah Dari yang bisa
-                      Mimpilah yang besar

  1. Pengertian Organisasi

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :
a.  Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons)
b.  James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)
c.  Menurut Dimock, organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).
Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
a.  Orang-orang (sekumpulan orang),
b.  Kerjasama,
c.  Tujuan yang ingin dicapai,
  1. Ciri-Ciri Organisasi:
a.  Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal,
b.  Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan,
c.  Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain,
d.  Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan,
e.  Adanya tujuan yang ingin dicapai.
  1. Prinsip Dari Organisasi

1)  Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. 
Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan.  Misalnya, organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan sebagai suatu organisasi internal dan exsternal kampus.
2)  Prinsip Skala Hirarkhi.
Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan.
3)  Prinsip Kesatuan Perintah.
Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
4)  Prinsip Pendelegasian Wewenang. 
Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan.  Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan  mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi.
5)  Prinsip Pertanggungjawaban. 
Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.
6)  Prinsip Pembagian Pekerjaan.
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi.
7)  Prinsip Rentang Pengendalian. 
Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional.  Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah anggota yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.
8)  Prinsip  Fungsional. 
Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya.
9)  Prinsip Pemisahan. 
Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain.
10) Prinsip Keseimbangan. 
Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan.  Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks).
11) Prinsip Fleksibilitas
Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya, pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.
12) Prinsip Kepemimpinan.
Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut.

Sabtu, 31 Desember 2011

Sekilas tentang KPMDB

Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) adalah organisasi kepemudaan dan keterpelajaran (intelektual akademisi) yang berdiri 14 Desember 1964, hingga sekarang. Keberadaannya diniati sebagai wadah persatuan dan kesatuan mahasiswa-mahasiswa Brebes dalam berekspresi, berkreatifitas dan berpikir untuk pengembangan diri dan kemajuan Daerah. Kedudukan dan sifatnya independent dan non partisan.

Saat ini KPMDB memiliki kepengurusan di berbagai wilayah seperti Wilayah Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Brebes-Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang Dsb. KPMDB mengajak kepada siapapun saja dan dimanapun saja untuk ikut mewarnai KPMDB sebagai "agent of change" sekaligus ‘kawah candra dimuka’ pemimpin bangsa. Semoga.

16 Desa di Brebes Terendam Banjir

BREBES, suaramerdeka.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Brebes menyebabkan sebanyak 16 desa di wilayah itu terendam banjir, Sabtu (31/12). Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul di dua sungai. Yakni, Sungai Kabuyutan di Kecamatan Ketanggungan dan Sungai Sapit di Kecamatan Kersana.

16 desa yang kebanjira itu tersebar di kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Kersana, Tanjung, Ketanggungan, Losari dan Brebes. Selain merendam ratusa rumah penduduk, banjir juga merendam ratusan hektare tanaman bawang siap panen. Bahkan, bawang merah yang tengah dijemur di tepi sawah ikut hanyut. Akibat kejadian tersebut kerugian petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Tak hanya itu, banjir juga melumpuhkan transportasi warga. Jalan antara Pejagan-Ketanggungan yang merupakan jalur keluar tol Kanci-Pejagan ikut teredam di beberapa titik. Di antaranya, di titik Desa Tegongan Kecamatan Tanjung dan di titi Desa Limbangan Kecamatan Kersana. Hingga Sabtu siang, sejumlah wilayah masih terendam, tetapi ketinggian air mulai menyusut.

Di Kecamatan Kersana, Tanjung dan Ketanggungan, banjir akibat tanggul di Sungai Sapi dan Kabuyutan jebol. Di Sungai Sapit, tanggul jebol sepanjang 15 meter di Desa Kramatsampang. Sedangkan tanggul Sungai Kabuyutan jebol lebih dari 5 meter. Sebanyak 500 rumah warga di Desa Limbangan Kecamatan Kersana terendam banjir dalam kejadian tersebut. Ketinggian air di pemukiman warga mencapai 1 meter lebih. Sedangkan di Desa Kramat Sampang (Kersana) dan Desa Senggon (Tanjung) air meluap hingga pemukiman dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter.

"Air mulai masuk desa kami sekitar pukul 00.00. Ini akibat tanggul Sungai Kabuyutan jebol," kata Tarjono, Kepala Desa Limbangan, Kersana.

Menurut dia, banjir kali ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Air masuk begitu cepat, sehingga warga panik dan banyak yang belum sempat menyelamatkan barang-barangnya. "Di desa kami ada 500 rumah yang terendam, tinggi air sekitar 1 meter. Sementara lahan pertanian yang terencam ratusan ha," terangnya.

Anggota FPDIP DPRD Kabupaten Brebes, Narjo mengatakan, dari hasil pantauan di lapangan, banjir yang terjadi ini luar biasa. Bahkan, sebuah jembatan di Desa Sutamaja hanyut terbawa arus. "Kami minta bencana ini segera ditangani, karena warga sangat kesusahan," ujar yang mengecek lokasi kejadian bersama pejabat Muspika Kersana.

Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Brebes, Drs Atmo Tan Sidik menjelaskan, dari hasil pendataan sementara tercatat sebanyak 65.225 jiwa yang menjadi korban banjir. Karena itu, Pemkab kini tengah melakukan penanganan paskabanjir. Yakni, segera mengirim bantuan logistik. Dari jumlah warga yang menjadi korban banjir, dibutuhkan beras sebanyak 26.080 kg/ hari. Selain itu, Pemkab juga akan menyalurkan bantuan lauk pauk Rp 3.000/ orang. "Banjir yang terjadi kali ini berdampak sangat besar," ujarnya saat mendampingi Bupati Brebes mengecek korban banjir di Kecamatan Losari.

( Bayu Setiawan / CN32 / JBSM )