er

Selasa, 17 Januari 2012

Islam dan Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran agama Islam, sebab kata islam itu sendiri dari kata dasar aslama yang artinya “tunduk patuh”, mempunyai makna “tunduk patuh kepada kehendak atau ketentuan Allah”. Dalam Surat Ali Imran ayat 83, Allah menegaskan bahwa seluruh isi jagat raya, baik di langit maupun di bumi, selalu berada dalam keadaan islam, artinya tunduk patuh kepada aturan-aturan Ilahi. Allah memerintahkan manusia untuk meneliti alam semesta yang berisikan ayat-ayat Allah. Sudah tentu manusia takkan mampu menunaikan perintah Allah itu jika tidak memiliki ilmu pengetahuan. Itulah sebabnya, kata alam dan ilmu mempunyai akar huruf yang sama : ain-lam-mim.

Bagian yang terbanyak daripada ayat-ayat Al-Qur’an adalah perintah Allah kepada manusia agar menalari alam sekelilingnya. Dan setelah maju ilmu pengetahuan modern, bertambah jelas pula arti yang dikandung dalam ayat-ayat itu. Semuanya ini menjadi bukti bahwa Al-Qur’an bukanlah karangan Nabi Muhammad s.a.w., melainkan turun dari Allah SWT.

Sebagai contoh, dalam Surat Al-Anbiya’ ayat 30 Allah SWT berfirman: “Tidakkah orang-orang kafir itu tahu bahwa langit dan bumi mulanya berpadu, lalu Kami pisahkan keduanya. Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Tidakkah mereka percaya?”. Ayat yang diwahyukan Allah pada abad ke-7 ini baru jelas maknanya setelah ilmu kosmologi dan ilmu biologi berkembang pada abad ke-20.
Baru pada tahun 1929 dunia astronomi menyadari bahwa galaksi-galaksi saling menjauhi satu sama lain, dan ini berarti bahwa alam semesta berada dalam keadaan berekspansi atau mengembang, juga pada tahun 1965 ditemukan bukti-bukti ilmiah bahwa pada mulanya seluruh isi alam semesta ini berpadu dalam tingkat kepadatan yang tidak terhingga (infinite density), lalu dengan proses Dentuman Akbar (Big Bang) pada sekitar 14 miliar tahun yang silam, maka terciptalah alam semesta ini.

Demikian pula dunia biologi baru pada abad ke-20 mengetahui bahwa 80% penyusun sel-sel makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan, mikroorganisme) adalah air. Seluruh metabolisme dalam tubuh makhluk hidup hanya dapat berlangsung dalam lingkungan pelarut air. Kehidupan di muka bumi baru terbentuk setelah adanya air. Banyak makhluk hidup yang tidak memerlukan udara atau oksigen, tetapi tidak ada yang mampu survive tanpa air.

Pengembangan ilmu pengetahuan dapat dilakukan oleh siapa saja, baik orang yang beriman maupun yang tidak beriman, asalkan memiliki sikap intelektual dan kemampuan metodologi ilmiah, sebab ayat-ayat Allah bersifat :

  1. pasti (Al-Furqan 2)
  2. tidak pernah berubah (Al-Fath 23)
  3. obyektif (Al-Anbiya’ 105)

Salah satu perintah Allah yang belum maksimal kita laksanakan adalah penguasaan ayat-ayat Allah yang bertebaran di alam semesta melalui ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dengan didasari iman dan taqwa (IMTAQ). Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kemajuan Barat dalam ilmu pengetahuan adalah karena mewarisi dan meneruskan ilmu pengetahuan umat Islam di abad-abad pertengahan. Patut dicatat bahwa supremasi kaum Muslimin selama delapan abad jauh lebih lama daripada supremasi Barat sekarang (sejak abad ke-18), dan umat Islam di mana saja diliputi oleh optimisme, bahwa supremasi itu akan kembali ke tangan mereka, asalkan mereka konsisten kepada ajaran Al-Qur’an.

Marilah kita perhatikan intisari ajaran Al-Qur’an tentang sains dan teknologi. Pertama, Allah menciptakan alam semesta dengan haqq (benar) kemudian mengaturnya dengan hukum-hukum yang pasti (Al-A’raf 54, An-Nahl 3, Shad 27). Kedua, manusia diperintahkan Allah untuk meneliti dan memahami hukum-hukum Allah di alam semesta (Ali Imran 190-191, Yunus 101, Al_Jatsiyah 13). Ketiga, dalam memanfaatkan hukum-hukum Allah di alam semesta yang melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia harus berwawasan lingkungan dan dilarang untuk merusak atau membuat pencemaran (Al-Qasas 77, Ar-Rum 41).

Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, kita harus memiliki sikap-sikap intelektual yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an.

Pertama, kritis terhadap permasalahan yang dihadapi, sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Isra’ ayat 36: “Dan janganlah engkau ikuti sesuatu yang tiada padamu pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan isi hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya”. Kedua, bersedia menerima kebenaran dari mana pun datangnya, sebagaimana tercantum dalam Surat Az-Zumar ayat 18: “Maka gembirakanlah hamba-hamba-Ku yang menginventarisasi pendapat-pendapat, lalu mengikuti yang terbaik. Mereka itulah yang memperoleh petunjuk Allah dan mereka itulah kaum intelektual”. Ketiga, menggunakan daya nazhar (nalar) semaksimal mungkin, sebagaimana tercantum dalam Surat Yunus ayat 101: “Katakan: nalarilah apa yang ada di langit dan di bumi. Dan tidaklah berguna segala ayat dan peringatan itu bagi kaum yang tidak percaya”.

Didalam Q.s Ali Imran 191-194, seorang ilmuwan atau intelektual Muslim harus mempunyai sifat-sifat sebgai berikut :

1. senantiasa dalam kondisi dzikir, memelihara komitmen kepada ajaran Allah.

2. mengembangkan daya fikir dalam menalari ciptaan Allah.

3. memanfaatkan potensi dan kesempatan yang disediakan Allah.

4. menjauhi prilaku menyimpang dari ajaran Allah.

5 siap membela kebenaran dan keadailan serta memberantas kezaliman.

6. teguh beriman kepada Allah dan Rasul dalam sikap dan prilaku.

7. menyadari kekhilafan dan berusaha meningkatakan kemampuan diri.

8. ikhlas berkorban dan berusaha mempersembahkan bakti hanya kepada Allah.

9. berwawasan masa depan untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Pemahaman terhadap hukum-hukum Allah di alam semesta akan semakin menyadarkan kita bahwa dunia yang fana ini mempunyai awal dan akhir, serta sesudah kehidupan dunia ini akan datang kehidupan akhirat yang abadi. Hal ini ditegaskan Allah dalam Surat Ar-Ra`d ayat 2: “Allah telah meninggikan langit dengan tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia berkuasa di atas `Arasy. Dia menyediakan matahari dan bulan, yang beredar sampai waktu yang ditentukan. Dia mengatur urusan alam semesta. Dia menjelaskan ayat-ayat-Nya agar kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu”.

Jumat, 13 Januari 2012

Meriahkan Hari Jadi Kab. Brebes

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Brebes ke-334 akan disemarakan dengan pagelaran Kontes Menyanyi Dangdut (Kondang) Berhias sesuai dengan semangat Bersih Hijau Asri untuk Kabupaten Brebes. Hal itu disampaikan koordinator kegiatan Nurhidayat SE, yang juga pengurus Dewan Kesenian Kabupaten Brebes.
Menurut dia, kegiatan lomba akan diikuti oleh seluruh peserta yang berasal dari 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes.  "Audisi dimulai sejak 14 hingga 18 januari di masing-masing kelompok wilayah Kecamatan. Sedangkan grand final, dilaksanakan pada 20 Januari di Alun-alun Brebes,' terang Nurhidayat. Dikatakan, kegiatan juga melibatkan Dewan Kesenian Kabupaten Brebes dan Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Brebes. Dengan memperebutkan Piala Bupati Brebes dan uang tunai Rp 7,5 juta.
"Kita berhaarap kegiatan ini akan menjadi ajang penggalian potensi bakat, bagi masyarakat dengan meningkatkan kecintaan pada musik dalam negeri," ungkapnya. Selain lomba dangdut, kegiatan lain yang akan dilaksanakan dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Brebes yakni pagelaran Pawai Budaya yang akan dilaksanakan pada 28 Januari. "Nantinya akan dilakukan pementasan kesenian daerah baik yang telah menjadi budaya Brebes, maupun kesenian dari luar daerah yang sudah diadaptasi oleh kita," pungkasnya. (pri)

Sumber : Radar Tegal, 13 Januari 2012

Kamis, 12 Januari 2012

Rusak Parah Merata

BREBES-Hujan terus menerus yang mengguyur wilayah pantura Brebes, menjadikan beberapa ruas jalan Dandeles Brebes-Losari rusak parah. Di beberapa ruas, terdapat lubang cukup besar dan dalam, sehingga membahayakan pemakai jalan.

Kerusakan jalan dapat dijumpai mulai dari badan jalan di atas Kali Pemali, kemudian di Jembatan Balaikambang, Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari. Kemudian jembatan Bangsri, dan Jembatan Babakan.

Kerusakan jalan hampir merata di semua ruas jalan, mulai dari Pesantunan sampai Losari. Paling parah di sekitar Desa Pesantunan, kemudian Klampok, Bangsri, Tanjung, dan Losari. Hampir setiap sudut terdapat lubang besar dan kecil, yang membahayakan pemakai jalan.

''Kalau masuk jalan pantura Brebes mulai dari Losari, harus hati-hati. Lengah sedikit bisa masuk lubang,'' tutur pengemudi kendaraan pribadi.

Beberapa ruas kerusakan oleh warga sekitar dipasang ban bekas dan tanaman sebagai rambu pengamanan. Ini dilakukan agar pemakai jalan tidak terjebak oleh lubang. Seperti terlihat di jalan Pesantunan, dan Klampok, warga memasang rambu darurat supaya pengemudi menghindari lubang yang ditutup tersebut. Menurut Agus, warga Pesantunan, pemasangan rambu darurat sangat penting, khususnya saat hujan lebat. Karena lubang tertutup air, banyak kendaraan kejeglong dan mengalami pecah ban.

''Supaya pengemudi aman warga memasang rambu darurat itu,'' paparnya.
Pemakai jalan berharap Bina Marga segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Sebab, saat lalu lintas ramai, akibat kerusakan tersebut, lalu lintas kendaraan kerap merayap karena kendaraan berjalan pelan.

Yang dikeluhkan pemakai jalan, kerusakan jalur pantura termasuk paling parah. Sebab, jalan di Jawa Barat, khususnya dari Losari sampai Cirebon malah lebih bagus dan mulus. Mereka tidak bisa berbuat banyak untuk menghindari kerusakan jalan itu, karena jalan alternatif di jalur tengah antara Ketanggungan-Jatibarang-Slawi, juga mengalami nasih serupa.

''Mau mengalihkan perjalanan ke jalur tengah, malah lebih parah. Ya mendingan jalan pelan menghindari lubang di pantura,'' tutur seorang pengemudi.

Bahkan kerusakan jalan antara Pejagan-Ketanggungan, yang mestinya sebagai jalur pembuang pantura apabila macet, ternyata tidak menolong, karena di ruas tersebut banyak kubangan dan lubang yang merepotkan pemakai jalan.
Secara terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan dan jembatan Tegal-Losari, Fatoni kemarin belum bisa dihubungi. Telepon selulernya beberapa kali dihubungi tidak aktif. (wh-48) (/)

Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/09/172858/Rusak-Parah-Merata

Senin, 02 Januari 2012

Ke-Organisasi-an



  1. Pendahuluan 
-                      Mulailah Untuk berorganisasi dengan membaca Bismilah
-                      Mulailah dari diri sendiri
-                      Mulailah Saat ini
-                      Mulailah Dari yang bisa
-                      Mimpilah yang besar

  1. Pengertian Organisasi

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :
a.  Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons)
b.  James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)
c.  Menurut Dimock, organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).
Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
a.  Orang-orang (sekumpulan orang),
b.  Kerjasama,
c.  Tujuan yang ingin dicapai,
  1. Ciri-Ciri Organisasi:
a.  Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal,
b.  Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan,
c.  Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain,
d.  Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan,
e.  Adanya tujuan yang ingin dicapai.
  1. Prinsip Dari Organisasi

1)  Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas. 
Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan.  Misalnya, organisasi kemasyarakatan dan kemahasiswaan sebagai suatu organisasi internal dan exsternal kampus.
2)  Prinsip Skala Hirarkhi.
Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan.
3)  Prinsip Kesatuan Perintah.
Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
4)  Prinsip Pendelegasian Wewenang. 
Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan.  Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan  mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi.
5)  Prinsip Pertanggungjawaban. 
Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.
6)  Prinsip Pembagian Pekerjaan.
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi.
7)  Prinsip Rentang Pengendalian. 
Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional.  Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah anggota yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.
8)  Prinsip  Fungsional. 
Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya.
9)  Prinsip Pemisahan. 
Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain.
10) Prinsip Keseimbangan. 
Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan.  Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks).
11) Prinsip Fleksibilitas
Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya, pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.
12) Prinsip Kepemimpinan.
Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut.

Sabtu, 31 Desember 2011

Sekilas tentang KPMDB

Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) adalah organisasi kepemudaan dan keterpelajaran (intelektual akademisi) yang berdiri 14 Desember 1964, hingga sekarang. Keberadaannya diniati sebagai wadah persatuan dan kesatuan mahasiswa-mahasiswa Brebes dalam berekspresi, berkreatifitas dan berpikir untuk pengembangan diri dan kemajuan Daerah. Kedudukan dan sifatnya independent dan non partisan.

Saat ini KPMDB memiliki kepengurusan di berbagai wilayah seperti Wilayah Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Brebes-Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang Dsb. KPMDB mengajak kepada siapapun saja dan dimanapun saja untuk ikut mewarnai KPMDB sebagai "agent of change" sekaligus ‘kawah candra dimuka’ pemimpin bangsa. Semoga.