Jumat, 13 Januari 2012
Meriahkan Hari Jadi Kab. Brebes
Kamis, 12 Januari 2012
Rusak Parah Merata
Kerusakan jalan dapat dijumpai mulai dari badan jalan di atas Kali Pemali, kemudian di Jembatan Balaikambang, Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari. Kemudian jembatan Bangsri, dan Jembatan Babakan.
Kerusakan jalan hampir merata di semua ruas jalan, mulai dari Pesantunan sampai Losari. Paling parah di sekitar Desa Pesantunan, kemudian Klampok, Bangsri, Tanjung, dan Losari. Hampir setiap sudut terdapat lubang besar dan kecil, yang membahayakan pemakai jalan.
''Kalau masuk jalan pantura Brebes mulai dari Losari, harus hati-hati. Lengah sedikit bisa masuk lubang,'' tutur pengemudi kendaraan pribadi.
Beberapa ruas kerusakan oleh warga sekitar dipasang ban bekas dan tanaman sebagai rambu pengamanan. Ini dilakukan agar pemakai jalan tidak terjebak oleh lubang. Seperti terlihat di jalan Pesantunan, dan Klampok, warga memasang rambu darurat supaya pengemudi menghindari lubang yang ditutup tersebut. Menurut Agus, warga Pesantunan, pemasangan rambu darurat sangat penting, khususnya saat hujan lebat. Karena lubang tertutup air, banyak kendaraan kejeglong dan mengalami pecah ban.
''Supaya pengemudi aman warga memasang rambu darurat itu,'' paparnya.
Pemakai jalan berharap Bina Marga segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. Sebab, saat lalu lintas ramai, akibat kerusakan tersebut, lalu lintas kendaraan kerap merayap karena kendaraan berjalan pelan.
Yang dikeluhkan pemakai jalan, kerusakan jalur pantura termasuk paling parah. Sebab, jalan di Jawa Barat, khususnya dari Losari sampai Cirebon malah lebih bagus dan mulus. Mereka tidak bisa berbuat banyak untuk menghindari kerusakan jalan itu, karena jalan alternatif di jalur tengah antara Ketanggungan-Jatibarang-Slawi, juga mengalami nasih serupa.
''Mau mengalihkan perjalanan ke jalur tengah, malah lebih parah. Ya mendingan jalan pelan menghindari lubang di pantura,'' tutur seorang pengemudi.
Bahkan kerusakan jalan antara Pejagan-Ketanggungan, yang mestinya sebagai jalur pembuang pantura apabila macet, ternyata tidak menolong, karena di ruas tersebut banyak kubangan dan lubang yang merepotkan pemakai jalan.
Secara terpisah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan dan jembatan Tegal-Losari, Fatoni kemarin belum bisa dihubungi. Telepon selulernya beberapa kali dihubungi tidak aktif. (wh-48) (/)
Sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/01/09/172858/Rusak-Parah-Merata
Senin, 02 Januari 2012
Ke-Organisasi-an
- Pendahuluan
- Pengertian Organisasi
- Ciri-Ciri Organisasi:
- Prinsip Dari Organisasi
Sabtu, 31 Desember 2011
Sekilas tentang KPMDB
Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah Brebes (KPMDB) adalah organisasi kepemudaan dan keterpelajaran (intelektual akademisi) yang berdiri 14 Desember 1964, hingga sekarang. Keberadaannya diniati sebagai wadah persatuan dan kesatuan mahasiswa-mahasiswa Brebes dalam berekspresi, berkreatifitas dan berpikir untuk pengembangan diri dan kemajuan Daerah. Kedudukan dan sifatnya independent dan non partisan.Saat ini KPMDB memiliki kepengurusan di berbagai wilayah seperti Wilayah Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Brebes-Tegal, Pekalongan, Purwokerto, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang Dsb. KPMDB mengajak kepada siapapun saja dan dimanapun saja untuk ikut mewarnai KPMDB sebagai "agent of change" sekaligus ‘kawah candra dimuka’ pemimpin bangsa. Semoga.
16 Desa di Brebes Terendam Banjir
BREBES, suaramerdeka.com - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Brebes menyebabkan sebanyak 16 desa di wilayah itu terendam banjir, Sabtu (31/12). Banjir terjadi akibat jebolnya tanggul di dua sungai. Yakni, Sungai Kabuyutan di Kecamatan Ketanggungan dan Sungai Sapit di Kecamatan Kersana.16 desa yang kebanjira itu tersebar di kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Kersana, Tanjung, Ketanggungan, Losari dan Brebes. Selain merendam ratusa rumah penduduk, banjir juga merendam ratusan hektare tanaman bawang siap panen. Bahkan, bawang merah yang tengah dijemur di tepi sawah ikut hanyut. Akibat kejadian tersebut kerugian petani diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Tak hanya itu, banjir juga melumpuhkan transportasi warga. Jalan antara Pejagan-Ketanggungan yang merupakan jalur keluar tol Kanci-Pejagan ikut teredam di beberapa titik. Di antaranya, di titik Desa Tegongan Kecamatan Tanjung dan di titi Desa Limbangan Kecamatan Kersana. Hingga Sabtu siang, sejumlah wilayah masih terendam, tetapi ketinggian air mulai menyusut.
Di Kecamatan Kersana, Tanjung dan Ketanggungan, banjir akibat tanggul di Sungai Sapi dan Kabuyutan jebol. Di Sungai Sapit, tanggul jebol sepanjang 15 meter di Desa Kramatsampang. Sedangkan tanggul Sungai Kabuyutan jebol lebih dari 5 meter. Sebanyak 500 rumah warga di Desa Limbangan Kecamatan Kersana terendam banjir dalam kejadian tersebut. Ketinggian air di pemukiman warga mencapai 1 meter lebih. Sedangkan di Desa Kramat Sampang (Kersana) dan Desa Senggon (Tanjung) air meluap hingga pemukiman dengan ketinggian air sekitar 1,5 meter.
"Air mulai masuk desa kami sekitar pukul 00.00. Ini akibat tanggul Sungai Kabuyutan jebol," kata Tarjono, Kepala Desa Limbangan, Kersana.
Menurut dia, banjir kali ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Air masuk begitu cepat, sehingga warga panik dan banyak yang belum sempat menyelamatkan barang-barangnya. "Di desa kami ada 500 rumah yang terendam, tinggi air sekitar 1 meter. Sementara lahan pertanian yang terencam ratusan ha," terangnya.
Anggota FPDIP DPRD Kabupaten Brebes, Narjo mengatakan, dari hasil pantauan di lapangan, banjir yang terjadi ini luar biasa. Bahkan, sebuah jembatan di Desa Sutamaja hanyut terbawa arus. "Kami minta bencana ini segera ditangani, karena warga sangat kesusahan," ujar yang mengecek lokasi kejadian bersama pejabat Muspika Kersana.
Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Brebes, Drs Atmo Tan Sidik menjelaskan, dari hasil pendataan sementara tercatat sebanyak 65.225 jiwa yang menjadi korban banjir. Karena itu, Pemkab kini tengah melakukan penanganan paskabanjir. Yakni, segera mengirim bantuan logistik. Dari jumlah warga yang menjadi korban banjir, dibutuhkan beras sebanyak 26.080 kg/ hari. Selain itu, Pemkab juga akan menyalurkan bantuan lauk pauk Rp 3.000/ orang. "Banjir yang terjadi kali ini berdampak sangat besar," ujarnya saat mendampingi Bupati Brebes mengecek korban banjir di Kecamatan Losari.
( Bayu Setiawan / CN32 / JBSM )